Jumat, 22 Oktober 2021

ARTIKEL KKM-FH

PENGGUNAAN METODE TAHSIN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA Al-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL-FALAH II NAGREG

SITI NURHASANAH 2018.01092

ABSTRAK

Al-Qur’an merupakan kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, diturunkan secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril dan membacanya mampu menjadi nilai ibadah. Oleh karena itu dalam membaca Al-Qur’an harus benar-benar sesuai dengan makhorijul huruf dan tajwid nya. Ada beberapa macam metode dalam mempelajarinya salah satunya adalah melalui metode tahsin, yaitu metode yang menitikberatkan pada makhroj (tempat keluarnya huruf), sifat-sifat huruf dan ilmu tajwid. Orang yang mampu mengamalkan ilmu tajwid, maka sudah pasti mampu memelihara bacaan Al Qur’an dari kesalahan salah membaca Al-Qur’an, Dalam membaca Al-Qur’an jika sudah tahu huruf hijaiyah, fasih dalam pelafalan makhraj dan ilmu tajwidnya maka ketika membaca Al-Qur’an menjadi lancar sesuai kaidah tajwidnya.

Kata kunci: metode tahsin, bacaan Al-Qur’an, dan makhorijul huruf. 

A.    PENDAHULUAN

Mempelajari Al-Qur’an sangatlah penting. Mulai dari belajar membaca Al-Qur’an, ilmu tajwid, dan sampai kepada isi kandungannya. Untuk mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar maka harus terlebih dahulu mempelajari ilmu tajwid dan makhorijul hurufnya. Orang yang mampu mengamalkan ilmu tajwid, maka sudah pasti mampu memelihara bacaan Al-Qur’an dari kesalahan salah membaca Al-Qur’an, karena sebagai sebuah ibadah haruslah dilaksanakan sesuai ketentuan. Ketentuan itulah yang terangkum dalam ilmu tajwid.

Sebagaimana menurut Aquami kemampuan membaca Al-Qur’an adalah keterampilan siswa dalam melafalkan bacaan berupa huruf-huruf yang diungkapkan dalam ucapan atau kata (makharijul huruf) dan tajwid sesuai dengan aturan yang berlaku, dalam hal ini membaca Al-Qur’an yang mana kemampuan membaca Al-Qur’an ini dikatagorikan: tinggi, sedang, rendah. (Aquami, Palembang)

Banyak sekali macam-macam metode dalam mempelajari Al-Qur’an, salah satunya yaitu dengan menggunakan metode tahsin, metode tahsin merupakan suatu metode membaca Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki dan memperindah tata cara membaca Al-Qur’an.

B.     PEMBAHASAN

1.      Pengertian Metode Tahsin

Menurut Ahmad Annuri, tashin ( تحسين) berasal dari kata (- تَحْسِيْنًا يُحَسِنُ - حَسِنَ) yang artinya memperbaiki, membaguskan, menghiasi, mempercantik, membuat lebih baik dari semula. (Annuri, 2017)

Menurut Abdur Rauf metode tahsin adalah salah satu cara untuk tilawah Al-Qur’an yang menitikberatkan pada makhroj (tempat keluarnya huruf), sifat-sifat huruf dan ilmu tajwid. Metode ini bertemu langsung dan musyafahah (pembetulan bibir saat membaca) berhadapan langsung dengan guru yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah SAW. (Rauf, 2014)

2.      Langkah-langkah Metode Tahsin

a.    Privat/Sorogan/Individul.

Privat adalah memberikan materi sesuai dengan kemampuannya menerima pelajaran, sehingga dengan demikian privat yaitu proses belajar mengajar yang di lakukan dengan cara satu persatu.

b.    Kelassikal-Individual.

Kelassikal cakupannya lebih luas dibandingkan dengan sorogan atau privat, karena klasikal yaitu pembelajaran secara massal (bersama-sama) dalam suatu kelompok atau kelas.

c.    Kelassikal Baca Simak (KBS).

Setrategi mengajar menggunakan kelassikal baca simak yaitu mengajar dengan setrategi kelassikal yang kemudian dilanjutkan mengajar individu; tetapi disimak oleh pendidik dan peserta didik lainnya; pelajaran yang dimulai dari pokok pelajaran yang paling rendah terus bertahap secara berurutan sampai pada peserta didik pelajaran yang tinggi. Dengan demikian apabila ada peserta didik yang membaca yang lain menyimak; sehingga apabila salah dalam membaca kawan-kawan dan pendidik bisa langsung menegurnya. (Della Indah Fitriani, 9)[1]

3.      Metode Tahsin Di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg

Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg bertempat di Jl. Raya Nagreg KM 38, Desa Nagreg, Kec Nagreg, Bandung, Jawa Barat 40215. Selain mengkaji kitab santri Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah II Nagreg juga mempelajari bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai dengan Ilmu Tajwid, metode yang di gunakan adalah metode tahsin privat/ sorogan/ individual, yaitu dengan memberikan materi sesuai dengan kemampuannya menerima pelajaran, sehingga dengan demikian privat yaitu proses belajar mengajar yang di lakukan dengan cara satu persatu.

Pengajian Al-Qur’an dilaksanakan selepas shalat dan wirid Shalat Maghrib, yaitu sekitar pukul 18.45 WIB. Metode yang dilakukan kepada anak aliyah kelas Mualam A, yang dilakukan yaitu guru dengan murid saling berhadap-hadapan dilakukan secara bergiliran satu persatu, guru menyimak bacaan Al-Qur’an santri, jika ada bacaan yang salah maka dibenarkan sampai santri tersebut mampu melafalkan bacaan Al-Qur’an yang salah tersebut menjadi benar begitupun dengan makhorijul hurufnya.

Selain itu guru juga harus memberi semangat kepada santri guna memberikan penguatan. Jangan sampai santri semangat mempelajari Al-Qur’annya turun karena sulit dalam mempelajarinya.

C.     KESIMPULAN

Metode Tahsin merupakan salah satu metode  yang sangat mendukung dalam mempercepat proses membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, menjaga bacaan Al-Qur’an dari kesalahan dalam pelafalan makharijul huruf, konsisten dalam membaca mad dan dapat membedakannya serta kaidah-kaidah tajwid lainnya. Kemampuan membaca secara lancar adalah langkah pertama untuk mencapai bacaan yang mutqin (sempurna).

Kemampuan membaca Al-Qur’an santri diharapkan semakin lancer, tidak lagi terbata-bata dalam memabacnya. Dalam membaca Al-Qur’an jika sudah tahu huruf hijaiyah, fasih dalam pelafalan makhraj dan ilmu tajwidnya maka ketika membaca Al-Qur’an menjadi lancar sesuai kaidah tajwidnya.

Metode Tahsin cocok diterapkan untuk santri kelas Mualam A, terbukti setelah penerapan metode ini bacaan santri kelas Mualam A secara bertahap menjadi semakin bagus, selain itu mereka pun semakin fasih dalam pelafalan makhraj dan ilmu tajwidnya. Hal tersebut merupakan kemajuan yang sangat bagus untuk diri mereka sendiri, selain mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar mereka pun sudah pasti memdapat pahala yang tak  terhingga dari Allah SWT.

D.    DAFTAR PUSTAKA

Annuri, A. (2017). Panduan Tahsin Tilawah Alquran & Ilmu Tajwid. Prim Publishing.

Aquami. (Palembang). Korelasi antara Kemampuan Membaca Al-Qur’an dengan Keterampilan Menulis Huruf Arab pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Madrasah Ibtidaiyah Quraniah 8 Palembang. Jurnal Ilmiah PGMI.

Della Indah Fitriani, F. H. (9). Penerapan Metode Tahsin untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Sekolah Menengah Atas . Jurnal Pendidikan Islam , 2020.

Rauf. (2014). Pedoman Dakwah Al-Qur’an. Markas Al-Qur’an.

 



[1] Della Indah Fitriani, F. H. (9). Penerapan Metode Tahsin untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Sekolah Menengah Atas . Jurnal Pendidikan Islam , 2020.

Kamis, 07 Mei 2020

Yang Kau Sukai

Terkadang dunia suka hal palsu.
Mereka menyukai nskh indah yang harus kita hafal daripada apa yang kita rasakan.
Mereka menyukai dialog yang diinginkan daripada memedulikan keinginan kita untuk tetap diam.

Memaksa kita untuk tetap berjalan mengikuti arah cahaya lampu dan berbicara agar panggung pertunjukan tetap berjalan.
Padahal, sebenarnya kita ingin diam.
Atau ingin enyah saja, dari kepalsuan.

Jangan bersedih, memang begitu adanya.
Jangan mengadu, jarang ada yang peduli.
Berjalan saja, dengan melupakan alur kepalsuan yang mereka sukai.

Jadilah dirimu, yang akan kau sukai syatu hari nanti.

#Dari Aksara Sevanya-Cappuc_cino 

Kamis, 02 April 2020

Kekuatan dan kelemahan e-learning terkait dengan Covid 19

Terkait dengan mewabahnya virus Covid 19, berbagai lingkungan pembelajaran mengadakan pembelajaran dengan sistem daring, banyak kelebihan dan ada juga kelemahannya pembelajaran melalui e-learning ini, selengkapnya lihat disini

ARTIKEL KKM-FH

PENGGUNAAN METODE TAHSIN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA Al-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL-FALAH II NAGREG SITI NURHASANAH...